About Us

Welcome to our site !!! Please enjoy it . . . *^o^*

Rabu, 25 Desember 2013

Temu Alumni : “Bersama Alumni”




Oleh :  Zulfa Zuhrufa

Apapun  yang  pertama  pasti  sulit, tidak bisa hanyalah belum terbiasa, tutur Khoirul Himmi  yang akrab  disapa mas   Himmi pada acara  temu   alumni   yang  bertempat di lantai II Perpustakaan Pusat Universitas Islam Indonesia pada Jumat, 20 September 2013. Acara temu alumni kali ini memang sangat spesial karena menghadirkan pasangan yang pantas kita sebut panutandalam hal akademik maupun non-akademik.  Khoirul Himmi  dan Khoiria Oktaviani. Mereka berhasil membuktikan bahwa Cita dan Cintadapat saling mendukung. Pada masa kuliahnya mereka saling belajar bersama, turut aktif dalam kegiatan organisasi seperti HMK dan mereka juga mengikuti  PIMNAS dan  mendapatkan medali perunggu pada tahun 2007. 

Saat ini, Khoirul Himmi bekerja sebagai peneliti di LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia) dan ia berhasil mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan  kuliah S2-nya di Kyoto University. Kyoto University merupakan Universitas terbaik di Jepang. Sementara  istrinya, Khoiria Oktaviani bekerja di Kementrian ESDM (Energi dan  Sumber  Daya Mineral)  dan  ia juga berhasil mendapat beasiswa untuk melanjutkan studinya ke Tsukuba University yang merupakan kiblat pe- nelitian di Jepang.

Mereka antusias untuk menceritakan pengalamannya  kepada kami. Acara semakin asyik ketika video Tsukuba University diputar.  Video itu seakan membawa kami menghampiri  dunia luas dan membuat seluruh mata tertuju kepada kehidupan di Jepang yang sangat disiplin dan modern. Sekejap membuat  kami ingin berada disana. 

 Saya  Merasa   Beruntung   kuliah di  Kimia UII, tutur   Khoirul  Khimmi.  Saya baru  menemukan  satu-satunya  jurusan  yang hubungan kedekatan antara dosen dan mahasiswa  sangat baik, tambahnya. Kita semestinya menyadari bahwa aspek yang tidak kalah penting adalah lingkungan yang kondusif. Lingkungan  di  sini  dapat  diibaratkan  sebagai kampus UII dan dispesifikasikan menjadi jurusan  Kimia sebagai lingkungan terdekat kita. Jadi, sudah semestinya kita bangga menjadi bagian dari  UII  khususnya  jurusan  Kimia.

Selasa, 24 Desember 2013

Workshop Safety Lab : Modal awal mahasiswa baru untuk ‘bertarung’ dengan bahan kimia




 Oleh :Astry Farhatun Nisa


Laboratorium adalah tempatnya bahan kimia berbahaya mangkal. Tapi seringkali kita melakukan hal-hal konyol di sana yang dapat  membahayakan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita, kita sering lupa untuk mengimplementasikan safety lab. Untuk itu prodi S1 Kimia mengadakan workshop  safety lab  sebagai bahan acuan dan panduan  bagi mahasiswa baru  dalam  pengenalan laboratorium dimana mereka akan melakukan praktikum.  Workshop  ini bertujuan untuk mengajarkan keamanan dan kedisiplinan ketika berada di laboratorium serta menerapkan MSDS (Material Safety Data Sheet) yang pada prinsipnya agar kesehatan dan keselamatan kita tetap terjaga pada waktu berkerja menggunakan bahan kimia. Workshop  Safety Lab dilakukan pada September 2013. Acara workshop safety lab ini membahas tentang tata cara berada di laboratorium,  bahaya bahan  kimia, tingkah laku yang dilarang, dan cara-cara praktikum, tutur Jumardin  Ruan  selaku  peserta.
Dalam workshop safety lab diterangkan juga mengenai alat-alat perlindungan  diri. Baik perlengkapan  personal  maupun  peralatan  keamanan bersama. Peralatan   personal   yang digunakan berdasarkan MSDS meliputi perlindungan mata yang berbentuk seperti kacamata, masker, jas.

Kegiatan workshop safety lab ditutup dengan acara latihan pemadam kebakaran. Peserta diberikan pelatihan untuk memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR). Setelah selesai workshop safety lab, kami mengadakan wawancara dengan peserta safety lab mengenai pesan dan kesan acara workshop safety lab. Saya merasa banyak mendapat manfaat dan pembelajaran tentang safety lab, selain itu  saya sangat  tertarik dengan pelatihan pemadam kebakaran walaupun praktiknya sederhana ujar salah satu peserta workshop safety lab. Selain itu ada pesan-pesan yang di sampaikan dari peserta work- shop safety lab mengenai jadwal keterlambatan  waktu sehingga mem- buat mereka terlalu lama menunggu.