About Us

Welcome to our site !!! Please enjoy it . . . *^o^*

Kamis, 23 Januari 2014

Mari Hangatkan Keluarga Kita!

Yah, mungkin para pembaca akan menorehkan satu pertanyaan mengenai judul diatas. Menghangatkan? Keluarga? Ada apa dengan keluarga kita? Apa ada yang salah? Salah satu pertanyaan tersebut pasti ada yang terlintas dalam benak pembaca. Keluarga, yah, keluarga yang penulis maksud disini adalah himpunan mahasiswa kimia atau yang lebih sering disebut HMK kita ini. Kita menyebut HMK kita ini sebagai keluarga, keluarga kecil kita, keluarga kedua kita. Namun, sudahkah kita menemukan esensi yang sesungguhnya dari kata keluarga itu sendiri? Atau, sudahkah kita merasakan kehangatan didalam keluarga itu sendiri? Jika belum, haruskah kita pergi meninggalkan keluarga ini? Atau memang jika sudah, bagaimana caranya agar kita selalu menjaga kehangatan keluarga itu?

Diluar dari semua itu, penulis hanya ingin memaparkan suatu hal. Selama ini kita selalu menyebut HMK kita ini sebagai keluarga, namun sudahkah setiap orang yang ada dalam HMK itu sendiri telah merasakan makna dari keluarga itu? Sudahkah kita mengenal dengan baik saudara-saudara kita layaknya keluarga yang semestinya? Ataukah kata keluarga yang selama ini diucapkan hanyalah sebuah kata pemanis? Sebelum kita membahas lebih lanjut, maka ada baiknya kita bertanya pada diri kita sendiri, sudahkah kita merasakan keluarga itu? Jika sudah, maka pembaca tidak perlu lagi membaca tulisan saya yang biasa ini. Namun jika hati kecil anda berkata belum, mari kita bahas lebih lanjut.

Menurut teman-teman himpunan yang lain, dalam artian ini diluar HMK, kita terlihat seperti keluarga yang harmonis. Namun, apakah kita sudah se-harmonis yang mereka pikirkan? Apakah harmonisnya kita hanya terlihat diluarnya saja? Jika memang kita sekarang belum bisa menciptakan keluarga yang benar-benar harmonis tersebut, maka sudah seharusnya kita berbenah diri. Kita rendahkan ego kita supaya mampu memahami saudara kita. Karena sejujurnya ini menjadi sebuah tantangan untuk membuat satu pandangan yang selaras antara kita yang berbeda watak ini. Sebagian pembaca mungkin menganggap jika kita sudah seperti keluarga harmonis, tapi penulis meyakini sebagian kecil pembaca yang lain merasakan hal yang berbeda. Lalu, bagaimana cara kita untuk menghangatkan keluarga kita ini?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menginstropeksi diri kita sendiri dan tentunya berfikir dewasa dan jujur. Jika masing-masing dari kita telah berinstropeksi diri, maka kita tidak akan lagi saling menyalahkan. Kita tidak akan lagi mempunyai rasa kesal yang terpendam, kita tidak akan mengumpat seperti “Ah! Apaan sih!” atau “Katanya keluarga?”. Setelah berinstropeksi diri, kita akan mampu mengeluarkan uneg-uneg yang selama ini tidak tersampaikan dan tentu saja dengan cara kekeluargaan yang semestinya. Setelah semua saudara kita menyampaikan uneg-unegnya, kita mampu menyelesaikan masalah tersebut. Masalah yang membuat keluarga kita ini sedikit renggang. Sebenarnya tidak ada yang salah, hanya saja kita yang belum mampu memahami saudara kita dan kita yang belum meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga kita. Jika didalam keluarga kita ada yang salah, tidak semestinya kita berdiam diri lalu pergi meninggalkan keluarga kita. Ada baiknya jika kita memperbaikinya, sedikit demi sedikit, perlahan namun pasti. Meski perjuangan yang kita lakukan membutuhkan waktu yang lama. Jika kita malah memilih untuk meninggalkan, maka apa jdainya keluarga kita? Masalah yang ada pada keluarga kita yang ada malah semakin bertambah. Tidak sepantasnya juga kita lari dari masalah, lebih bijak jika kita mampu menyelesaikan masalah dalam keluarga tersebut. Sebenarnya penulis sangat menyayangkan jika ada saudara kita yang meninggalkan keluarga ini. Dia merasa jika keluarga ini sudah tidak terasa seperti keluarga, lalu dia memutuskan untuk pergi. Yah, cukup tahu jika dia merasakan ketidaknyamanan didalam keluarga kita sendiri. Namun, apakah dengan pergi meninggalkan keluarga kita itu adalah pilihan terbaik? Rasanya tidak, dan alangkah lebih baik jika kita memperbaiki keluarga kita ini. Seperti yang sudah penulis paparkan tadi, menyelesaikan masalah yang ada, meski butuh waktu yang tidak singkat.

Sejak awal, kita konsisten menyebut ini sebagai keluarga. Maka sudah seharusnya kita menjaga ikatan keluarga itu. Jika dirasa ada yang salah dengan keluarga ini, tolong janganlah dipendam tapi ungkapkanlah dengan cara yang baik-baik. Tidak pula dengan kita memberi kritik yang pedas dan tidak membangun yang hanya mencela kekurangan dari keluarga ini. Tidak pula dengan memalingkan muka dari keluarga ini, atau pergi meninggalkan keluarga ini. Ingat, semua itu tidak menyelesaikan masalah dalam keluarga ini.

Jika didalam lapangan, kita masih belum mampu bersikap adil pada anggota keluarga ini, maka benahilah dulu diri kita. Jika kita masih mempunyai asumsi “aku lebih dekat sama dia, biar dia saja”, maka hal itulah yang menjadi salah satu penyebabnya. Kita harus menghapus kata “lebih”, kita semua sama, kita “sama” dekat tidak ada yang “lebih” dekat, karena itulah yang dinamakan keluarga. Mungkin karena kita yang jarang sekali menghabiskan waktu bersama layaknya sebuah keluarga, yang menyebabkan kita belum mampu bersikap adil pada saudara-saudara kita yang lain.

Dengan lebih banyaknya waktu yang dihabiskan bersama, berbagi cerita mengenai masalah yang ada, kehangatan keluarga yang kita harapkan pasti akan tercipta. Terlebih sekarang kita mendapatkan anggota keluarga yang baru. Alangkah baiknya jika kita menyambut mereka dengan kehangatan keluarga yang sebenanya, supaya mereka nyaman didalam keluarga ini, supaya tidak akan pernah terfikir oleh mereka untuk meninggalkan keluarga ini. Keluarga ini, kita harus benahi dan menghangatkannya bersama-sama, karena untuk itulah kita menjadi keluarga besar mahasiswa kimia.

HMK, keluarga yang akan selalu harmonis...


Kebal Chemistry : Kimia Organik II

Divisi Litbang HMK UII telah mengadakan KEBAL (Kelompok Belajar) Kimia organik , pada 18 Januari 2014 sebagai bekal menghadapi UAS. bertempat di Ruang lembaga FMIPA. Termakasih untuk Sa'id El-kindyyang bersedia menjadi tutor dalam kelompok belajar kali ini, untuk mendatang semoga KEBAL dapat terus berjalan lancar dan kakak tingkat yang lainnya juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai wahana sharing ilmu 


Simulasi Raker HMK Untuk Anggota Magang

[News] 
Untuk menindaklanjuti perekrutan anggota magang, PPSDM HMK UII mengadakan simulasi rapat kerja HMK yang telah diselenggarakan pada 19 Januari 2014, bertempat di ruang lembaga FMIPA UII. Anggota magang di berikan amanat untuk mempresentasikan masing-masing proker setiap divisi serta mendiskusikan permasalahan yang ada. acara ini di pimpin oleh anggota magang itu sendiri loh . Diharapkan simulasi rapat kerja ini dapat melahirkan kader-kader terbaik HMK sebagai agent of change 


Rabu, 22 Januari 2014

Prodi Ilmu Kimia UII Pionir dalam Pengembangan Minyak Atsiri di Indonesia

Kebutuhan industri akan produk minyak atsiri berkualitas terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan tingginya diversifikasi produk yang membutuhkan kandungan minyak atsiri mulai dari produk parfumkosmetik, perasa makanan dan minuman, dan juga pada produk pembersih rumah tangga. Hal ini tentunya menjadi peluang tersendiri bagi industri lokal pengolahan minyak atsiri yang memang sedang menggeliat. Sayangnya, dukungan riset untuk meningkatkan kualitas minyak atsiri belum banyak dilakukan oleh Perguruan Tinggi. Padahal melalui riset, perguruan tinggi dapat berperan mendorong bangkitnya industri minyak atsiri lokal yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Prodi Ilmu Kimia UII merupakan salah satu pelopor dalam hal ini. Sebab lewat Pusat Studi Minyak Atsiri (Center forEssential Oils Studies) sebagai centre of excellence, prodi Ilmu Kimia UII turut menjadi pionir dalam pengembangan minyak atsiri di Indonesia.
Seperti diungkapkan oleh Ketua Prodi Ilmu Kimia UII, Riyanto, M.Si, Ph.D dalam laporannya ketika membuka acara Tasyakuran Raihan Akreditasi A Prodi Ilmu Kimia UII sekaligus Peresmian Pusat Studi Minyak Atsiri pada Selasa (3/12) di Fakultas MIPA UII. Turut hadir dalam acara ini segenap pimpinan di lingkungan UII, seperti Rektor UII Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, Wakil Rektor I UII Nandang Sutrisno, SH, LLM, Ph.D, Wakil Rektor III UII Ir. Bachnas, M.Sc, beserta para dekan, dan civitas akademika UII.
Dalam paparannya, Riyanto mengatakan bahwa saat ini belum banyak perguruan tinggiyang  secara serius dan konsisten melakukan penelitian tentang minyak atsiri. Padahal menurutnya produk ini mempunyai nilai ekonomi tinggi di kalangan industri. “Fokus Prodi Ilmu Kimia UII adalah memberdayakan ekonomi lokal lewat penelitian minyak atsiri di pusat studi yang kita dirikan”, ungkapnya. Penelitian di Pusat Studi Minyak Atsiri telah ditunjang dengan laboratorium dan peralatan modern yang tersertifikasi.  
Ia mengaku berbagai pihak mulai dari masyarakat, pelaku industri, hingga dinas pemerintah yang datang mengunjungi UII untuk belajar tentang minyak atsiri. Selain itu, timnya juga secara rutin melakukan pembinaan kepada beberapa sentra industri minyak atsiri yang dikelola oleh masyarakat lokal. Riyanto juga mengatakan bahwa hal ini tidak terlepas dari kontribusi Prof. Dr. Hardjono Sastrohamidjojo sebagai peletak batu pondasi intelektual pengembangan minyak atsiri di lingkungan Ilmu Kimia UII.
Sementara Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec menyambut baik dan memberikan apresiasinya baik atas capaian akreditasi A Prodi Ilmu Kimia UII maupun atas inovasi lewat pendirian Pusat Studi Minyak Atsiri. Dalam sambutannya, ia memberi semangat bahwa setiap prodi di lingkungan UII hendaknya terus berinovasi dan mengembangkan diri guna menjadi prodi unggulan yang turut meningkatkan kualitas pendidikan di UII. “Jadilah Prodi unggulan yang menyebarluaskan ilmu pengetahuan pada masyarakat sesuai visi rahmatan lil alamin”, tandasnya.
Senada Dekan FMIPA UII, Yandi Syukri, M.Si, Apt juga mengungkapkan bahwa FMIPA UII terus mendorong kemajuan dan pengembangan prodi-prodi di bawahanya mulai dari prodi Ilmu Kimia, Farmasi, dan Statistisk. “Saya selalu tekankan pada teman-teman dosen maupun tenaga kependidikan di lingkungan FMIPA untuk memaksimalkan kinerjanya sehingga kita dapat menjadi yang terdepan dalam banyak hal”, katanya. Ia merujuk pada keberadaan Mini Teaching Hospital dan Pusat Studi Minyak Atsiri di mana keduanya merupakan terobosan yang dilakukan oleh civitas akademika FMIPA UII.
Selanjutnya Rektor UII secara simbolis menekan bel sirine yang menandai peresmian Pusat Studi Minyak Atsiri UII. Rektor beserta jajarannya kemudian mengunjungi laboratorium pengolahan minyak atsiri untuk melihat secara langsung proses penyulingan bahan mentah menjadi minyaka atsiri yang berkualitas.


Sumber : www.uii.ac.id

Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia Pelajari Lembaga Kemahasiswaan UII

Tidak hanya seputar program studi saja, studi banding yang dilakukan oleh rombongan Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia kali ini membidik lembaga kemahasiswaan UII. Rombongan yang berjumlah 13 orang yang dipimpin oleh Deputy Vice Chancellor Prof. Dr. Nikwan bin Omar diterima oleh Rektor UII Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec dan Wakil Rektor III Ir. Bachnas, M.Sc, Rabu (15/1) di Gedung GBPH Prabuningrat, kampus terpadu UII. Rombongan ini sengaja berkunjung ke UII untuk mempelajari bagaimana seluk beluk lembaga kemahasiswaan yang ada di UII dan hubungan lembaga tersebut dengan pimpinan universitas. Selain itu, turut hadir Direktur Kemahasiswaan UII, Direktur Pemasaran, Kerjasama, dan Alumni, Direktur Humas UII serta Ketua LEM UII.
Rektor UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec menyambut baik adanya kunjungan dari Universitas Sultan Zainal Abidin. Menurutnya kunjungan kali pertama ini dapat menjadi pembuka jalan untuk menjalin kerjasama yang lebih erat di antara kedua universitas. “UII memiliki program pengembangan mahasiswa yang juga dapat diikuti oleh mahasiswa asing, seperti community development program lewat KKN yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya”, ungkapnya.
Sementara, Wakil Rektor III UII, Ir. Bachnas, M.Sc lebih memaparkan tentang cikal bakal terbentuknya organisasi kemahasiswaan di UII. Sejak awal memang UII telah memberikan otonomi yang luas bagi para mahasiswanya untuk membentuk wadah berserikat dan berkumpul. Tidak hanya itu, dukungan finansial dan bimbingan juga terus mengalir dari pihak universitas sehingga hubungan antara keduanya berjalan dengan erat. “Kita ingin mahasiswa mempunyai tanggungjawab dan amanah agar mereka berkembang menjadi pemimpin yang baik nantinya”, katanya.
Sedangkan, Prof. Dr. Nikwan setelah mengikuti paparan dari UII merasa bahwa kedua universitas memiliki banyak kesamaan. “Seperti UII kami juga berawal dari Sekolah Tinggi Agama, yang kemudian berkembang menjadi universitas seperti sekarang”, tuturnya. Ia juga mengatakan bahwa universitas memang sudah selayaknya menaruh perhatian besar dalam hal pengembangan mahasiswa. Universitas Sultan Zainal Abidin yang terletak di Kota Kuala Terengganu merupakan universitas publik yang tergolong muda di Malaysia yang baru diresmikan pembentukannya di tahun 2006.

Sumber : www.uii.ac.id